DC Switching Power Supply atau yang bisa disebut juga dengan DC SMPS(switching mode power supply), saat ini lebih sering digunakan pada perangkat elektronika ketimbang konventional Power Supply, hal ini dikarenakan selain biaya lebih murah juga efisiensi terhadap fungsi juga lebih baik dibandingkan Power Supply dengan trafo yang besar dan cenderung memilik berat yang berkali-lipat dibandingkan DC Switching PSU.

DC SMPS (Switching Mode Power Supply) adalah jenis catu daya yang sangat efisien untuk mengubah tegangan AC ke DC menggunakan teknik Pulse Width Modulation sehingga menghasilkan tegangan yang stabil. Keunggulan utamanya adalah efisiensi tinggi, ukuran yang lebih kecil dan ringan, serta rentang tegangan input yang lebih lebar dibandingkan catu daya linier, sehingga sangat umum digunakan di berbagai perangkat elektronik modern seperti CPU, monitor, peralatan medis, dan peralatan industri.
Pada Topik kali ini penulis coba berbagi pengetahuan tentang “How it Works” pada DC Switching PSU sehingga kedepan dapat menambahkan pengetahuan dalam teknik perbaikan dan troubleshooting terhadap DC Swtching Power Supply yang rusak atau tidak berfungsi secara optimal.

Pada DC Switching Power Supply kebanyakan menggunakan IC UC3842 atau sejenisnya yang berfungsi sebagai PWM(Pulse with Modulation) Contoller adalah “Core of the Core” dari Switching Power Supply, untuk lebih detail-nya mari kita lihat bersama-sama blok diagram dari DC Switching Power Supply diatas secara detail sehingga kita bisa mapping mana komponen-nya dan sekaligus fungsi-nya.

Dengan Blok diagram diatas kita sudah mendapatkan gambaran tentang fungsi secara keseluruhan masing-masing komponen, kita coba uraikan 1 per 1 :
- AC input 220v melalui rangkaian RFC Inductor, C5 dan C6
- Dioda Rectifier unt menyearahkan tegangan 220v menjadi DC
- Filter DC 220v oleh C3
- PWM Generator oleh IC UC3842
- Driver PWM Generator oleh TR FET Q1
- Flyback Transformer, dari Flyback Transformer ini ada 2 sisi, sisi Primer(tegangan DC tinggi) dan sisi Sekunder ( tegangan DC rendah).
- Penyearah tegangan DC rendah oleh D3
- Filter tegangan DC rendah oleh L1, C7 dan C8
- Voltage Output Adjustment oleh rangkaian Feedback PWM RV1 dan Optocoupler untuk diumpan balik ke UC3842 sehingga mempengaruhi dutycycle dari PWM generator.
jadi proses Voltage Adjustment ini akan mempengaruhi Duty Cyle dari signal kotak pada Trafo Flyback Primer dan Sekunder, sehingga output dari DC Tegangan rendah pada sisi skunder dapat kita bandingkan apabila kita melakukan adjust tegangan output.


dengan illustrasi diatas nampak jelas bahwa beda tegangan output dihasilkan dari beda duty cycle dari PWM output dan setelah melewati rangkaian Filter Tegangan DC rendah akan didapat tegangan DC yang bagus dengan Ripple Voltage seminimal mungkin.

Dengan Frekwensi PWM yang ideal beserta kombinasi duty cycle vs filter DC output akan diperoleh tegangan DC yang baik, sehingga tidak menimbulkan noise pada perangkat Radio ataupun Audio yang sedang digunakan. Semoga dengan pemaparan Prinsip dan Cara Kerja DC Switching Power Supply ini dapat memberikan gambaran dan bisa memperjelas step by step pengecekan DC Switching Power Supply apabila mengalami kerusahakan. Salam 73 – YB3RDW





Leave a Reply